asromaasik

Serigala Ibu Kota

Sejarah AS Roma

Berdiri: 1927

Alamat: Via Trigoria Km 3,600 – 00128 Italy

Telpon: +39 06-501911

Ketua: Thomas Dibenedetto

Rosella Sensi (2008-2011)

Direktur: Daniele Pradè

Stadion: Stadio Olimpico

SEJARAH

Gabungan Tiga Klub Tertua Ibukota

Sebuah klub bentukan tokoh fasis Benito Mussolini itu memiliki ambisi besar yang hingga saat ini masih berkuang mewujudkannya.

Profil
Nama: Associazione Sportiva Roma SpA
Julukan: Il Giallorossi (Kuning Merah), La Magica (Magis), Il Lupi (Si Srigala)
Berdiri: 22 Juli 1927 (Oleh Italo Foschi)
Stadion: Stadio Olimpico Roma, Italia (Kapasitas 82,700

Sejarah

Pada Juni 1893, orang inggris membawa sepakbola ke italia di genoa, waktu itu sekumpulan warga inggris muda memperkenalkan diri mereka dan mengajukan ke consulat suatu bentuk klub olahraga. Maka berdirilah Genoa Cricket And Athletic yg kemudian berganti nama lagi menjadi Genoa Cricket and Football Club.

Tapi perlu beberapa dekade lagi dari football menjadi CALCIO. Lalu setelah bermunculan beberapa club diseluruh Italia, Kejuaraan nasional pertama dimainkan pada tahun 1939-40. Sebelumnya klub yang berasal dan bermain diberbagai regional yang berbeda melewati babak eliminasi dan scudetto dipersembahkan setelah final secara nasional.

Waktu di antara kelahiran di Genoa dan Kejuaraan pertama itu, Sepakbola juga dimainkan di Roma, disana muncul berbagai klub sebagai dampak dari tren baru yang begitu cepat menjalar kesegenap negri. Klub pertama yang hadir di kota Roma adalah Footbal Club Roma (1901) yang diikuti lahirnya The Roman and Lazio di tahun 1902 yang berasal dari klub Gymnastics yang sudah berdiri di tahun 1900, lalu muncul Alba (1907), Fortitudo (1908), dan Audace, Esperia, Juventus Roma.

Di awal 20an masyarakat roma mengikuti kejuaraan utama (dengan masih membagi dalam grup grup regional) mereka adalah Lazio, Romana, Fortitudo, Alba, Juventus, Roman, Audace dan Pro Roma. Tahun 1922 Fortitude mampu mencapai final kejuaraan Nasional dimana dimainkan 2 kali pertemuan, dimana mereka takluk oleh Pro Vercelli (3-0 & 5-2). Di tahun 1925 giliran Alba mencapai final dan harus kalah oleh Genoa (4-0 & 2-0). Setahun berikutnya kembali Alba berhasil maju ke final dan kembali dengan kekalahan 7-1 & 5-0 oleh Juventus of Torino.

Intinya, sangat jelas bahwa kekuatan sepakbola di roma yang terbagi bagi dalam banyak klub membuatnya menjadi terlalu lemah dalam bersaing dengan daerah Utara. Diperlukan reorganisasi yang radikal. Maka Pro Roma dan Romana melebur yang kemudian Fortitudo ikut bergabung, Juventus Roma bangkrut dan Audace Absorded by Alba.
Maka pada tahun 1927 ibukota diwakili oleh 4 klub sepakbola : Alba-Audace, Fortitudo, Roman dan Lazio.
Alba memakai baju Hijau dengan garis putih Horizontal. Fans mereka berasal dari distrik S. Giovanni dan Appio atau zona selatan yg berkembang pesat di roma.

Fortitudo secara definisi adalah tim untuk katolik, dengan seragam merah dan biru. Mewakili mayarakat borjuis sekitar Borgo Pio dan Prati yang merupakan tetangga terdekat dengan Vatikan.

Roman adalah tim dari distrik Flaminio dan Parioli, membawa warna tradisi kerajaan Romawi, giallorosso (Merah kuning)

Lazio, dari semua klub diatas adalah yang paling terorganisir. Karena mereka bagian dari sebuah sport center (Polisportiva) dimana aktifitas mereka bukan hanya sepakbola tapi mencakup mulai dari balap sepeda hingga pusat kebugaran. Mengusung warna Biru langit ynag merupakan warna dari yunani yang dipilih oleh pendirinya untuk menjaga semngat Olimpiade. Nama Lazio sendiri diambil dari nama provinsi yakni lazio.

Associazione Sportiva Roma didirikan pada tahun 1927 oleh Italo Foschi. Klub ini merupakan hasil merger tiga klub Roma yang telah berdiri sebelumnya, yaitu Roman, Alba-Audace dan Fortitudo.

Merger tiga klub tersebut merupakan inisiatif diktator fasis terkenal Italia, Benito Mussolini. Tujuannya adalah membentuk klub yang kuat dari ibukota yang bisa mengakhiri dominasi klub-klub utara Italia saat itu.

Di tahun pertamanya sebagai klub profesional, AS Roma menjadikan Motovelodromo Appio sebagai stadion kandang mereka sebelum pindah di Campo Testaccio yang mulai dibuka pada November 1929.

AS Roma juga identik dengan warna merah marun dan kuning keemasan, yang mewakili warna tradisional dari kota itu sendiri. Warna itu sendiri diambil dari salah satu dari tiga klub merger, yaitu Roman Football Club.

Prestasi

Sejak berdiri di tahun 1927, AS Roma belum bisa mewujudkan ambisi Mussolini untuk mengakhiri dominasi klub dari utara Italia. Buktinya, hanya sedikit gelar diperoleh tim ibukota Italia itu dalam rentang waktu hampir sembilan dekade.

Di Serie A Italia, Roma hanya berhasil menjadi juara sebanyak tiga kali. Sementara di ajang Coppa Italia, sembilan titel dikoleksi dan gelar terakhir didapat tahun lalu. Di ajang Piala Super Italia, Roma memenangi ajang ini di tahun 2001 dan 2007. Di Serie B, Roma pernah menjadi juara di musim 1951/52.

Di kompetisi Internasional, Roma hanya satu kali memenangi ajang bergengsi, yaitu Piala UEFA di musim 196-/1961. Namun di ajang junior, Roma tampil cukup dominan. Di even Campionato Nazionale Primavera, enam gelar berhasil disegel pasukan Roma, sementara di Coppa Italia Primavera, mereka berhasil memperoleh tiga titel juara. Tak salah jika kemudian banyak pemain junior Roma yang kemudian menjadi bintang, seperti Danielle de Rossi dan Alberto Aquilani di musim ini.

Fakta Menarik Lain

– Nomor punggung #6 di Roma resmi dipensiunkan, yang merupakan bentuk penghormatan bagi Aldair, bek asal Brasil yang membela Roma sepanjang 13 musim, dari 1990 hingga 2003.

– Rosella Sensi memegang kendali Roma di tahun 2008 karena presiden sebelumnya, Franco Sensi, yang juga merupakan ayahnya, meninggal dunia.

– Francesco Totti memegang banyak rekor Roma, mulai dari penampilan terbanyak di berbagai kompetisi, juga rekor penampilan terbanyak di serie A, dan pencetak gol terbanyak untuk Roma.

– Logo Roma yang berbentuk srigala adalah ilustrasi dari mitos Romulus dan Remus, yang merupakan cerita terbentuknya kota Roma.

– Lagu kebesaran Roma yang juga sekaligus motto klub adalah La Roma non si discute, si ama, yang dinyanyikan oleh penyanyi Antonello Venditti. Arti kasarnya dari ungkapan tersebut adalah Roma tidak untuk dipertanyakan, tetapi untuk dicintai. Lagu ini dinyanyikan tiap Roma memetik kemenangan kandang setelah pertandingan rampung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: