asromaasik

Serigala Ibu Kota

Abel Xavier

PROFIL ABEL XAVIER alias FAISAL XAVIER

Personal information
Nama : Abel Luís da Silva Costa Xavier
Tgl Lahir : 30 November 1972 (age 39)
Di : Nampula, Mozambique
Tinggi : 1.91 m (6 ft 3 in)
Posisi : Full back

Senior career*
Years Team Apps† (Gls)†
1990–1993 Estrela da Amadora 85 (5)
1993–1995 Benfica 45 (4)
1995–1996 Bari 8 (0)
1996–1998 Real Oviedo 58 (0)
1998–1999 PSV 19 (2)
1999–2002 Everton 43 (0)
2002–2003 Liverpool 14 (1)
2003 → Galatasaray (loan) 11 (0)
2003–2004 Hannover 96 5 (0)
2005 Roma 3 (0)
2005–2007 Middlesbrough 18 (1)
2007–2008 Los Angeles Galaxy 21 (0)

Tim Nasional
1993–2002 Portugal 20 (2)

Abel Xavier : Umumkan Keislamamanya Saat Mundur Dari Lapangan

REPUBLIKA.CO.ID, LISABON – Bila Anda penggemar sepakbola dan sempat menyaksikan pertandingan semifinal Piala Eropa 2000 antara Portugal vs Prancis, pasti tidak akan lupa pada peristwa handsball kontroversial di kotak penalti yang dilakukan oleh pemain Portugal yang menyebabkan tim tersebut tersingkir dari perhelatan sepakbola negara-negara Eropa tersebut secara tragis. Pemain Portugal tersebut tak lain adalah Abel Xavier.

Sosok Abel Xavier diingat bukan hanya karena permainannya di lapangan hijau, namun juga karena penampilannya yang terbilang nyentrik. Bek asal Portugal ini memang dikenal senang menata rambutnya. Selama merumput di lapangan hijau, ia pernah tampil dengan rambut vysvetlennye dan jambang berwarna blonde. Di lain kesempatan, ia mengecat jambang dan rambutnya dengan warna putih dan tetap menyisakan warna hitam di bagian akar rambutnya.

Dan, di penghujung karirnya sebagai pesepakbola, lagi-lagi ia membuat gempar para pecinta sepakbola dunia dengan pengakuannya bahwa dirinya telah menjadi seorang mualaf pada pertengahan Desember 2009 silam. Ia pun mengganti namanya dengan Faisal Xavier.

Abel Luis da Silva Costa Xavier atau lebih dikenal dengan Abel Xavier lahir pada 30 November 1972 di Mozambik. Ia memulai karir sebagai pesepakbola profesional saat bergabung bersama Estrela da Amadora pada usia 18 tahun. Tiga tahun kemudian ia bergabung dengan SL Benfica, klub sepakbola yang bermain di ajang liga utama kompetisi sepakbola Portugal. Ia merumput bersama Benfica selama dua musim (1993-1995). Di klub elite tersebut Xavier berhasil membawa klub berjuluk The Eagle ini menjadi juara Liga Portugal.

Mempelajari Islam

Setelah dikeluarkan dari LA Galaxy, Xavier kesulitan mencari klub sehingga ia pun otomatis tidak lagi merumput di lapangan hijau. Hal tersebut tentu saja membuat hidupnya makin terpuruk. Dalam keadaan terpuruk, Xavier mengaku menemukan kenyamanan dalam Islam. Dia pun akhirnya memutuskan untuk mempelajari Islam.

”Pada saat-saat sedih, saya telah menemukan kenyamanan dalam Islam. Perlahan-lahan, saya belajar agama yang mengedepankan perdamaian, kesetaraan, kebebasan dan harapan ini,” paparnya.

Pada tanggal 23 Desember 2009, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di stadion Ras Al Khaimah di Uni Emirat Arab, Xavier mengumumkan perihal keislamannya dan nama barunya, Faisal Xavier. Dalam konferensi pers tersebut, ia juga mengumumkanpengunduran dirinya dari lapangan hijau untuk selamanya. ”Ini perpisahan emosional dan saya berharap untuk ikut serta dalam sesuatu yang sangat memuaskan dalam babak baru hidup saya,” kata Faisal.

Faisal tidak bercerita lebih panjang mengenai bagaimana dirinya mempelajari Islam. Ia hanya berterima kasih kepada keluarga besar Kerajaan Uni Emirat Arab. ”Mereka memeluk saya dan membuat saya merasa istimewa.” Interaksinya dengan keluarga kerajaan Uni Emirat Arab semakin membuka matanya dalam menilai Islam.

Keputusannya ini menjadi berita besar di berbagai media massa dunia. Meski berat harus meninggalkan dunia yang telah memberinya limpahan materi dan ketenaran, Faisal mengaku ikhlas. Ia pun merasa berutang budi karena hidupnya sekarang yang boleh dikatakan berhasil. Apalagi setelah pindah agama dan menjadi seorang muslim, dia belajar banyak hal tentang kepedulian, perhatian, dan empati kepada sesama. Menjadi seorang muslim baginya adalah menjadikan dirinya bermanfaat bagi kehidupan untuk sesama.

Setelah tidak lagi bermain bola, Xavier kini mengisi hidupnya dengan melakukan berbagai kegiatan amal serta aktif di berbagai kegiatan kemanusiaan. Salah satunya dengan ikut ambil bagian dalam proyek-proyek kemanusiaan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan bermanfaat bagi kehidupan jutaan orang di Afrika. Disamping ia juga bekerja dalam industri film Amerika Serikat (AS).

Personal information
Full name Abel Luís da Silva Costa Xavier
Date of birth 30 November 1972 (age 39)
Place of birth Nampula, Mozambique
Height 1.91 m (6 ft 3 in)
Playing position Full back
Senior career*
Years Team Apps (Gls)
1990–1993 Estrela da Amadora 85 (5)
1993–1995 Benfica 45 (4)
1995–1996 Bari 8 (0)
1996–1998 Real Oviedo 58 (0)
1998–1999 PSV 19 (2)
1999–2002 Everton 43 (0)
2002–2003 Liverpool 14 (1)
2003 Galatasaray (loan) 11 (0)
2003–2004 Hannover 96 5 (0)
2005 Roma 3 (0)
2005–2007 Middlesbrough 18 (1)
2007–2008 Los Angeles Galaxy 21 (0)
National team
1993–2002 Portugal 20 (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: