asromaasik

Serigala Ibu Kota

Tag Archives: ddc

MUSIM 1933 – 1934

1933-34

PRESIDEN : Renato Sacerdoti.
PELATIH : JLuigi Barbesino (Ita)
KAPTEN : Feraris IV
POSISI : 5
FAKTA – FAKTA

  • Pada musim ini, manajemen melakukan sebuah perombakan di bursa transfer
  • Musim ini Roma melakukan penjualan kontroversial, yaitu menjual Volk yang telah memberi 108 Gol
  • Pembelian anyar yaitu Trio Argentina, Yaitu: striker Enrico Guaita, gelandang Andrea Stagnaro dan pemain sayap Alessandro Scopelli. Dan Idola baru Ernesto Tomasi, yang mencetak Hat Trik dalam laga DDC pada 1 November 1933, dan laga berakhir dengan kedudukan 5-0 di kandang Lazio (dua gol lain diciptakan Bernardini).
  • Ada regulasi baru soal pelatih, aturan yang baru diberlakukan bahwa pelatih itu harus dari Italia dan mempunyai semacam seterfikat kepelatihan, kemudian tim menunjuk Luigi Barbesino sebagai pelatih
  • Di musim ini Roma mengenakan setelan hitam untuk menghormati rezim Fasis; warna yang tidak biasa bagi tim asal Ibu kota.
  • Guaita di juluki Corsaro Nero karena kecepatan dan insting membunuh (Menciptakan gol)

SKUAD
Kiper: Guido Masetti, Giovanni Zucca

Bek, Renato Bodini, Giorgio Carpi, Andrea Gadaldi, Angelo Pasolini, Giulio Liberati

Gelandang : Fulvio Bernardini, Gino Callegari, Nazzareno Celestini, Bruno Dugoni, Attilio Ferraris IV, Antonio Fusco, Balilla Lombardi, Franco Scaramelli, Alejandro Scopelli Casanova (Arg), Andrés Stagnaro (Arg), Ernesto Tomasi

Penyerang : Elvio Banchero, Fernando Belladonna, Arturo Chini Ludueña (Arg), Raffaele Costantino, Fernando Eusebio, Enrique Lucas Gonzales Guaita (Arg)

FORMASI
Roma1933-34

PENCETAK GOL
15 – Guaita
13 – Scopelli
8 – Tomasi
6 – Costantino
3 – Bernardini, Eusebio
2 – Dugoni
1 – Banchero, Ferraris IV, Fusco, Scaramelli

Advertisements

Burdisso : Roma Belum Mau Menyerah

Burdisso menyatakan timnya akan berjuang hingga akhir kompetisi untuk bisa meraih tiket ke Liga Champions.

Nicolas Burdisso - Roma (Getty Images)Bek Roma Nicolas Burdisso menyatakan Giallorossi tak mau menyerah untuk memenuhi target bisa lolos ke kompetisi Liga Champions musim depan. Ia menjamin timnya akan berjuang hingga titik darah penghabisan.

Pasukan Vinceszo baru saja meraih kemenangan 2-0 atas Lazio dalam derby della capitale. Kemenangan itu, menurut Burdisso, meningkatkan kepercayaan diri timnya untuk terus menatap setiap pertandingan hingga akhir kompetisi.

Kini, Roma masih tertahan di peringkat keenam dengan mengumpulkan 49 poin, terpisahkan empat angka dari Udinese yang ada di peringkat keempat.

“Roma telah memberikan pesan di liga dan mampu membuktikan bahwa mereka selalu mampu memberikan yang terbaik dan terus berjuang. Kami belum mau menyerah,” ujar Burdisso kepada wartawan.

Read more of this post